1. Melompat di atas tempat tidur
Ternyata ada alasan yang mungkin tak pernah kita ketahui sebelumnya tentang mengapa pria suka sekali melihat wanita melompat, seperti di atas trampolin misalnya. Rupanya mereka terpana ketika melihat buah dada yang naik-turun.
2. Menekan payudara
Gerakan seksi satu ini bisa dilakukan saat mandi, namun jika tak ada pintu kaca di kamar mandi, maka Anda bisa memakai kaca jendela manapun yang berada dalam jarak pandangnya. Misalnya ketika ia sedang asyik memotong rumput, Anda bisa menggodanya dengan mendekatkan tubuh ke jendela hingga buah dada dalam kondisi 'tertekan'. Dijamin, ia bakal langsung meninggalkan rumput liar yang ada di halaman dan membopong Anda ke kamar tidur.
3. Memulaskan lipstik dengan belahan dada
Cara ini pernah dilakukan Molly Ringwald dalam acara THE BREAKFAST CLUB. Meski tak semua wanita bisa melakukannya, namun tak ada salahnya untuk mencobanya bukan? Caranya adalah dengan menekan kedua buah dada dengan kedua lengan hingga berhimpitan satu sama lain. Selipkan lipstik atau lipgloss ke tengah belahan dada, tundukkan kepala, dan pulaskan lipstiknya.
4. Mendandaninya
Semua bagian tubuh seolah memang nampak lebih seksi jika dibalut bahan satin, renda, bulu, atau whipped cream. Bahkan suami dengan karakter dingin yang tak mudah tergoda sekalipun bisa takluk olehnya.
5. 'Menyajikannya' di depan wajahnya
Merayaplah ke atas pangkuannya dan sandarkan buah dada di depan wajahnya. Hal ini akan sangat mengganggunya. Cara ini bisa membuat momen 'buka baju' lebih terasa lebih menantang, lebih baik, lebih perlahan, dan lebih menyenangkan tentunya.
6. Senam buah dada yuk!
Pasang musik dan goyangkan buah dada Anda. Apa masih ada pemandangan yang lebih bagus untuknya, selain buah dada yang bergoyang ke sana ke mari?
7. Memo kejutan
Sembunyikan sesuatu yang ia suka dalam bra, mungkin memo seksi dengan saran seksi di dalamnya? Dia pasti suka...
8. 'Menyembunyikannya' dalam kaos basah
Untuk membuat suami terpana dengan buah dada, tak harus selalu dilakukan dalam keadaan telanjang. Anda bisa tetap mengenakan kaos (disarankan warna putih atau yang cerah) tanpa bra tentunya. Tuang air hingga membasahi kaos, dan . . . ., dia pasti langsung menerkam Anda.
Ada sedikit kekhawatiran bahwa dalam kasus kanker kepala dan leher yang terjadi pada orang setengah baya atau lebih muda di AS, meningkat seiring makin populernya kebiasaan seks oral dalam beberapa dekade terakhir. Pemicu utama kanker ini adalah virus human papillomavirus (HPV).
Virus ini bisa menular melalui jenis aktivitas seksual tertentu. “Sepertinya ada keterkaitan cukup bagus dengan makin banyaknya aktivitas seksual, terutama seks oral, terkait dengan peningkatan infeksi HPV,” kata Dr Greg Hartig, profesor THT dan ahli bedah kepala dan leher pada Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Umum University of Wisconsin, di Madison.
Sementara Dr William Lydiatt, profesor dan kepala bedah kepala dan leher di University of Nebraska Medical Center di Omaha, mengatakan bahwa kejadian keseluruhan kanker kepala dan leher akan turun, terutama karena lebih sedikit orang yang merokok. Tembakau dan minum alkohol adalah faktor utama risiko tradisional.
Namun kejadian kanker amandel dan pangkal lidah telah naik selama dekade terakhir, katanya. Dan mereka adalah orang-orang yang lebih mungkin teruji positif terkena HPV. Hingga kini 60-70% dari semua kasus kanker amandel di AS, terkait HPV,” kata Lydiatt. Meskipun hubungan antara HPV dan jenis kanker ini tidak bisa dibantah, namun kaitannya dengan seks oral masih menjadi spekluasi di kalangan ahli.
Sebuah studi di New England Journal of Medicine (2007) menemukan fakta bahwa orang-orang muda pengidap kanker kepala dan leher yang positif terinfeksi HPV secara oral, lebih cenderung memiliki banyak pasangan seks vaginal dan seks oral dalam kehidupan mereka.
Dalam studi itu terungkap bahwa seseorang yang memiliki enam atau lebih pasangan seks oral selama seumur hidup terkait dengan 3,4 kali risiko lebih tinggi terkena kanker orofaringeal – kanker pangkal lidah, tenggorokan belakang atau tonsil. Para peneliti juga melaporkan bahwa kanker tonsil dan dasar lidah telah meningkat setiap tahun sejak 1973. Dan semua peneliti menulis bahwa praktik seks oral yang meluas di kalangan remaja dapat menjadi faktor yang berkontribusi dalam peningkatan kasus tersebut.
Para peneliti menyimpulkan bahwa dalam penelitian mereka, seks oral ‘sangat terkait’ dengan kanker orofaringeal. Tapi mereka mencatat bahwa tidak bisa ‘mengesampingkan penularan melalui mulut ke mulut langsung’ seperti kebiasaan berciuman di Prancis.
Dalam 90% kasus infeksi HPV dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh secara alami membersihkan HPV dalam waktu dua tahun. Namun dalam beberapa kasus, beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker serviks atau kanker orofaringeal. “HPV cenderung berada dalam lokasi spesifik,” jelas Dr Amesh A. Adalja, instruktur tambahan dalam penyebaran penyakit menular di University of Pittsburgh Medical Center.
Dengan kata lain, HPV cenderung tinggal di mana pun saat pertama kali memasuki tubuh manusia, baik itu di vagina (yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kanker leher rahim), atau mulut dan tenggorokan. Begitu juga peningkatan kejadian ini berarti bahwa generasi baru melakukan hubungan seks lebih banyak dari kakek-nenek mereka.
Baby Boomers – generasi 1970-an dan awal 1960-an – mungkin memiliki kebebasan lebih dalam hubungan seksual pada umumnya, termasuk seks oral,” tambah Dr Bert W. O’Malley, Jr, ketua Otorhinolaryngology – bedah kepala dan leher di University of Pennsylvania.
US Centers for Disease Control dan Prevention (CDC) melaporkan bahwa pada 2002, sekitar 90% laki-laki dan 88% perempuan berusia 25-44 tahun dilaporkan pernah melakukan seks oral dengan pasangan lawan jenis. Angka ini sebanding dengan data pada 1992 yang menunjukkan bahwa sekitar tiga-perempat dari pria berusia 20-39 dan mendekati 70% wanita berusia 18-59, pernah memberikan dan menerima seks oral.
Kebanyakan pria pasti khawatir jika spermanya terlalu encer, karena kekentalan termasuk indikator sperma yang berkualitas. Namun sperma yang kental juga tidak selalu bagus, sebab jika terlalu kental justru akan kesulitan membuahi sel telur.
Cairan sperma yang berkualitas punya karakteristik agak kental karena mengandung protein. Sifat protein adalah mudah menggumpal ketika terlibat kontak dengan udara, sehingga tingkat kekentalan bisa diukur dari lamanya sperma menggumpal.
Normalnya sperma akan menggumpal dalam waktu 20-30 menit jika dibiarkan di udara terbuka. Sperma yang terlalu encer butuh waktu lebih lama untuk menggumpal dan biasanya dipicu oleh jumlah sel sperma yang terlalu sedikit atau adanya infeksi di saluran kemih.
Meski demikian bukan berarti cairan sperma yang cepat menggumpal selalu lebih subur dibandingkan yang encer. Sperma yang terlalu cepat menggumpal alias terlalu kental justru menyulitkan sel sperma untuk berenang menuju sel telur yang akan dibuahi.
Dikutip dari Web MD, Kamis (17/2/2011), kekentalan cairan sperma memang jarang menjadi penyebab tunggal ketidaksuburan pada pria. Artinya, sperma yang terlalu kental sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi kualitas sperma dalam kaitannya dengan kemampuan untuk membuahi sel telur.
Namun dalam banyak kasus, sperma yang terlalu kental erat hubungannya dengan kondisi lain yang mengurangi kesuburan pria, misalnya infeksi saluran prostat. Kekentalan sperma sering dipakai oleh dokter urologi untuk mendeteksi infeksi tersebut.
Pada kondisi semacam ini, kualitas sel sperma yang dihasilkan umumnya akan menurun. Apalagi dengan cairan sperma yang menjadi lebih kental, sel sperma harus diencerkan secara manual lalu disuntikkan ke sel telur melalui inseminasi buatan jika ingin punya anak.
a. Berhubungan seks di mana seorang wanita mengoral organ seks pasangannya setelah terlebih dahulu melakukan anal seks. b. Melap Mr P atau tangan Anda dengan "miliknya" setelah sebe- lumnya dimasukkan di anusnya. Seperti halnya anilingus, Dirty Sanchez berisiko tinggi dan dengan mudah menyebarkan infeksi karena bakteri yang terdapat di anus.